Berkarakter Kristus di Tengah Krisis (Penulis Anita Rohana Sitio,SP.,M.Pd.K)

Bagian 1 – Perbuatan Baik (Matius 5 :16)

Manusia adalah mahluk sosial yang berinteraksi satu dengan yang lain.  Orang-orang di sekeliling kita yang menjadi pengamat jujur dalam sikap dan perbuatan kita.  Pasangan, keluarga, komunitas di gereja, lingkurangan rumah, sekolah menjadi saksi perbuatan kita setiap hari saat kita bergerak, berbicara dan semua yang kita lakukan. Seperti peribahasa berkata pohonnya dikenal dari buahnya. Apa yang kita tunjukkan, itu menjadi ukuran siapa diri kita yang sesungguhnya.

Dalam pembaharuan budi yang kita alami dari persekutuan dengan Tuhan akan memunculkan perbuatan baik dari hidup kita dan memuliakan Tuhan yang kita sembah.  Sikap apa yang muncul saat kita berkendaraan, saat kita dikritik, bahkan saat kita mendapat pujian.  Mari kita renungkan dalam bagian-bagian apa saja dalam hidup kita yang belum menunjukkan perbuatan baik yang memuliakan Bapa di Sorga. Sebab itu, perhatikanlah baik-baik cara hidup kita dan hiduplah seperti orang-orang bijak.

Karakter apa yang mau kamu miliki hari-hari ini? Mintalah kepada Bapa di Sorgamu dalam doamu hari ini!

Bagian 2– Perbuatan Baik karena Mengenal KehendakNya (Efesus 5: 17)

Rasa kuatir yang sedang melanda dunia karena penyakit Covid-19 membuat banyak orang mengalami  kegagalan dalam rencana usaha, pekerjaan dan rencana yang lain.   Saat keterpurukan tiba, sikap manusia itu akan terlihat apakah melakukan perbuatan baik atau perbuatan buruk meresponi masalah yang ada dihadapannya.  Pada Efesus 5 :17 “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Allah”.  Tindakan bodoh yang dimaksud adalah tindakan yang dilakukan tanpa mengerti kehendak Allah.  Bagaimana caranya kita mengerti kehendak Allah? Melalui firmanNya. Sementara kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan, semakin kita mengenal kehendak Tuhan.  Perhatikanlah kehidupan kita secara detail dan pikirkanlah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita. Dan lihatlah sejauh mana kita telah berjalan.  Apakah semua kebetulan atau kita yakini ada Tuhan yang memimpin kita melakukan kehendakNya dalam perjalanan hidup kita.

Dilain pihak, jika seolah-olah hidup ini adalah ketidakadilan dan kita mengasihani diri sendiri dan marah kepada Tuhan, mungkin inilah saatnya untuk kembali kepada hal-hal dasar.  Singkirkanlah pusat perhatian dari diri sendiri dan mulailah mengenal Tuhan.  Mulai membaca firman Tuhan, berdoa dan berhubungan dengan orang-prang yang berada dalam kehendak Tuhan.

Perbuatan buruk apa yang Anda lakukan hari belakangan ini? Mari mengenal kehendak Tuhan agar engkau terbebas.

Bagian 3 – Karakter-Karakter Kristus ( 2 Korintus 3 :2)

Karakter menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah sifat, budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain.  Karakter mulia itu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya yang ditandai dengan nilai-nilai percaya diri, rasional, logis, kristis, analisis, kreatif, inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hari, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja/sederhana, bersemangat, dinamis, hemat, menghargai waktu, pengabdian, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan, tabah, terbuka, tertib.

Begitu banyaknya karakter-karakter yang akan kita kembangkan dalam diri kita dalam perjalanan hidup kita yang sekali ini. Untuk apakah semua itu? Karena kita adalah surat yang tertulis bagi banyak orang  seperti tertulis pada 2 Korintus 3 :2 “ Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Cara untuk memiliki karakter itu adalah dengan  melekat, menempel pada sang pemilik karakter itu.  Seperti ranting yang menempel pada pokok anggur demikianlah kita menempel kepada Kristus Tuhan kita. Hasil dari penempelan ini adalah berbuah karakter-karakter tersebut.

Karakter baik apa yang belum ada dalam hidupmu? Mari melekat kepada sumber karakter itu!

Bagian 4 – Karakter Manusia Pada Akhir Zaman ( 2 Timotius 3 :14)

Setelah kita belajar karakter-karakter Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari, sekarang kita belajar hal yang kebalikannya.  Mencintai diri sendiri, hamba uang/boros, sombong, pemfitnah, pemberontak, tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, hawa nafsu, susah diajar.  Orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan (2 Timotius 3 :13). Jika melihat zaman hari ini, hal-hal diatas dapat kita temukan dilingkungan kita.  Dimanakah kita melihatnya? Dirumah, dikantor, disekolah atau di lingkungan gereja?

Apa sikap kita sebagai pengikut Kristus? Rasul Paulus menasehatkan dalam 2 Timotius 3 : 14 “ tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini.  Firman Tuhan adalah buku panduan hidup kita untuk mengetahui kebenaran dan berpegang pada kebenaran itu.

Ibarat sapu lidi, semua dosa menggunakan pengikat yang berupa kebodohan (Oliver Wendell Holmes_Penulis Amerika Serikat 1809-1894)

Pernahkah kamu  goyah memegang kebenaran ditengah krisis ini? Pegang sekali lagi kebenaran itu dengan kuat!

Bagian 5– Mengenali Kebodohan (Efesus 5 : 15)

Menurut Benjamin Franklin (1706-1790)  salah satu negarawan Amerika menuliskan :” Pintu Gerbang menuju kebijaksanaan yang besar adalah mengenali dengan jelas tentang kebodohan diri kita sendiri.”.

Karena itu perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup, jangalah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif (Efesus 5 :15).  Kita harus punya waktu untuk memperhatikan hidup kita, dalam hal ini bukan berarti kita tidak peduli dengan yang lain.  Memperhatikan itu adalah seperti kita sedang berdiri di depan cermin, kita melihat hal yang sudah baik dan hal yang masih harus diperbaiki. Kesibukan yang menjadi musuh sehingga kita tidak sempat untuk memperhatikannya.  Milikilah waktu untuk berdiam didepan Tuhan, milikilah waktu untuk mendengar pendapat orang terhadap sikap kita. Gereja adalah ekhlesia, umat yang dipanggil dan dikhususkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan Sorga di bumi ini.  Pengudusan Tuhan yang memudahkan kita melihat hal yang bodoh dalam diri kita. Setelah itu, kemurahan Tuhan yang membuat kita rela agar kebodohan itu dicabut dari hidup kita.

Pada masa krisis, hal-hal yang kurang baik dalam hidup kita harus dicabut dan dibereskan agar langkah kita tidak terseok-seok dengan beban-beban palsu tersebut.

Kebodohan dalam hal apa yang ingin dicabut dalam hidupmu? Dialah penjunan yang akan mencabut itu supaya kamu bebas berlari padaNya!

Bagian 6 – Karakter Yesus saat Krisis ( Filipi 2 :8)

Jika dipandang dari segi hukum, kisah Yesus mati dikayu salib dapat diartikan bahwa Yesus penjahat yang super jahat, karena pada jaman itu kematian di kayu salib jadi lambang pembuat kejahatan besar. Pada masa pandemi covid-19, tidak sedikit orang yang menjadi jahat karena tekanan hidup yang dimiliki. Tekanan karena kehilangan pekerjaan, penghasilan menurun, hubungan yang hambar karena jarang berkomunikasi.  Apakah Yesus melakukan hal yang salah Ketika dalam tekanan dalam proses penyaliban dan tuduhan yang diberikan kepadaNya? Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan mati dikayu salib.  Itulah sebabnya Allah sangat mengaruniakan kepadaNya nama diatas segala nama.  Yesus jadi teladan saat kita berada diposisi paling rendah, pada titik nadir hidup kita.  Pemasukan berkurang karena usaha dan pekerjaan kita yang terganggu pada saat pandemi Covid-19 tentulah tidak mudah untuk kita menyesuaikan diri. Bangkitlah, engkau tidak sendirian. Yesus adalah Imam Besar  yang turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.

Mmari teguhkan hatimu dan saudara seiman bahwa Yesus yang kita sembah tidak pernah bertindak salah, sekalipun cara kematiannya di kayu salib sepertinya diartikan begitu. Karena tujuan kita menjadi serupa dan segambar dengan Tuhan, maka kitapun dimampukan mengalami karakter Kristus.

Seberapa sering kamu menceritakan Yesus  yang menginspirasimu dalam ruang media sosialmu?

Bagian 7 –  Perbuatan yang Memuliakan Bapa di Sorga

Adalah seorang oma yang tinggal dipanti  dan sedang kurang sehat. Dua bulan lalu anaknya mengirim susu dan ternyata sudah habis. Dalam kondisi kurang sehat, oma ini hanya makan sedikit dan ingin meminum susu. Pada masa pandemi, terbatas aktivitas kunjungan karena protokol kesehatan yang ekstra jika memasuki rumah panti tersebut. Dalam doa oma ini, dia mengharapkan ada tambahan susu dengan situasi yang dialami.

Ditempat lain, sepasang suami istri  teringat dengan oma baik yang dipanti itu tanpa mengetahui kondisi dan kebutuhan susunya.  Dalam beberapa waktu suami-istri ini berdiskusi dan berencana untuk mengunjungi oma baik ini, tetapi situasi pandemi covid-19 yang menjadi pertimbangan untuk menunda jadual kunjungan. Namun, Tuhan menggerakkan suami istri  untuk membelikan susu. Supaya susu yang dibeli tepat, suami istri ini menghubungi anak dari oma baik  ini dan akhirnya dibelilah susu Anlene Gold.

Susu ini diantar ke panti dan diterima oleh satpam dan diteruskan kepada oma yang baik hati. Tuhan membuat keajaiban kepada oma tersebut sampai oma menceritakan bahwa memang dia membutuhkan susu tersebut. Sepasang suami istri itupun semakin mengagumi Tuhan yang membuat mereka menjadi saluran berkat tepat seperti yang dibutuhkan.  Pada Matius 5 : 16 b … supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga

Temukanlah kepekaan dalam Tuhan dalam hari-harimu dan berbuatlah sesuatu yang memuliakan Bapamu di Sorga!

DAFTAR PUSTAKA

  1. Alkitab
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia
  3. jagokata.com
  4. sumberjawaban.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*