GURU MENJADI MITRA ORANGTUA MEMBANGUN SPRITUALITAS PADA MASA BELAJAR DARI RUMAH

Penulis: Martines Marbun

Email : martinesmarbun@gmail.com

Kata Kunci : Guru Mitra Orangtua Spritualitas Anak

 

Latar Belakang

Pandemi COVID 19 telah mengubah semua tatanan kehidupan manusia. Cara hidup manusia mulai berubah seperti perubahan pola belajar, ibadah, bekerja dan berbagai kegiatan lainnya. Virus ini asal mulanya dari kota Wuhan di negara Tiongkok (China) dan menjadi pandemi, artinya terjadi penambahan kasus penyakit yang cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran antar negara.

Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat terdampak dan hampir disemua sektor mengalami keterpurukan termasuk di bidang mulai tingkat PAUD Perguruan Tinggi. Sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran CORONA Virus 19 dijelaskan bahwa berkenaan dengan Corona virus Disease (Covid -19) yang semakin meningkat maka kesehatan lahir dan batin peserta didik, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kebijakan pembelajaran. Artinya proses pembelajaran dilaksanakan secara daring (online) dan tidak diperbolehkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (luring) khususnya didaerah zona merah.

Walaupun demikian, pendidikan tentu harus terus berjalan dan dilaksanakan walau secara daring (online). Hal ini membutuhkan perhatian khusus bagaimana anak tetap mendapat pendidikan khususnya yang berkaitan dengan spritualitas saat anak saat belajar dari rumah. Membagun spritualitas anak dimasa pandemi ini menjadi penting sekali, karena kegiatan- kegiatan rohani dari sekolah, gereja, organisasi menjadi sangat terbatas. Jika tidak dikawatirkan anak-anak akan mengalami degradasi rohani/moral. Pengertian spritualitas menurut KBB I(Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin), sedangkan  spiritualitas Kristiani anak-anak menurut pandangan Alkitab tertulis pada Amsal 22:6 “ Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari apda jalan itu.”

Spiritulitas Kristiani merupakan sebuah kehidupan yang didasari dengan sebuah iman yang tertuju kepada Tuhan Yesus atau hal yang berkaitan dengan pengertian takut akan Tuhan. Jadi spiritualitas dalam Alkitab adalah suatu relasi atau hubungan yang akrab (intimacy) antara Tuhan dan umatNya yang dinyatakan Alkitab dalam bentuk narasi yang komunikatif, ritual, penyembahan (pujian), perintah dan teladan. Spritualitas yang seperti inilah yang akan dibangun kepada generasi/ anak-anak supaya tetap tumbuh dan menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Tentu ini membutuhkan kerjasama /sinergi antara guru dan orangtua yang baik. Peran guru dalam  membangun spritualitas pada anak saat masa pandemi adalah :

  1. Sebagai Pengajar, adalah guru mengelola kegiatan agar peserta didiknya belajar. “Guru tidak hanya mampu menjelaskan banyak perkara tentang bahan yang dikomunikasikan, tetapi juga dapat membantu peserta didiknya memahami faedah atau kegunaan dari proses belajar yang tengah berlangsung. Guru perlu mempelajari pengetahuan lain, termasuk pengetahuan sosial, pengetahuan alam, dan pengetahuan teknologi selain ilmu teologi dan Alkitab.
  2. Sebagai pelatih, adalah mampu menjadi pelatih sebab pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan dan keterampilan baik intelektual maupun motorik.
  3. Sebagai sahabat, adalah guru harus menjadi teman dan sahabat peserta didik sebagai orang tua yang mereka segani dan guru harus berkomunikasi dan memiliki komunikasi yang baik dengan peserta didik.
  4. Sebagai fasilitator, adalah guru harus mampu berusaha memahami kebutuhan atau keperluan peserta didik dalam proses belajar melalui fasilitator pendidik.
  5. Sebagai pemberita Injil. Guru adalah misionaris bagi peserta didik. Hal ini menjelaskan bahwa betapa pentingnya pemberitaan Injil yang dapat menyelamatkan manusia dari dosa kepada kebenaran, termasuk peserta didik.
  6. Mengundang narasumber/ tenaga ahli dalam pembelajaran yang dilakukan secara online, dengan tema-tema yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Supaya peran guru dapat terwujud, maka guru perlu menguasai teknologi/ mengembangkan skill mengunakan teknologi digital untuk proses pembelajaran dari rumah. Banyak aplikasi-aplikasi yang bisa dipakai antara lain zoom meeting, google meet, microsoft teams. Ini semua harus dikuasai guru karena hanya  dengan cara inilah maka peran guru dalam membangun spritualitas anak dapat terlaksana dengan baik.

Selain guru,  orang tua sangat memegang peranan yang penting dalam hal pembentukan spiritualitas seorang anak. Ada bebrapa hal penting yang harus dilakukan oleh orangt ua agar turut serta mengambil bagian dalam membangun spritualitas saat belajar dari rumah yaitu :

  1. Memperkenalkan Alkitab kepada anak, dengan membaca Alkitab setiap hari bersama anak.
  2. Mengajar anak berdoa, membawa anak beribadah kepada Tuhan, dan mendorong anak untuk selalu memuji Tuhan
  3. Membuat mezbah keluarga dimana semua anggota keluarga dapat berkumpul bersama dalam doa dan pujian penyembahan pada Tuhan.
  4. Orang tua memberi teladan dalam hal sikap perbuatan yang mencerminkan firman Tuhan.
  5. Mendampingi dan memastikan anak dapat belajar dengan nyaman.
  6. Menfasilitasi kebutuhan anak seperti internet, media belajar seperti handphone, laptop dengan tetap mendampingi anak

Inilah yang diharapkan dapat dilakukan oleh orangtua saat anak anak belajar dari rumah, sehingga spritualitas mereka tidak makin merosot dimasa masa belajar dari rumah.

 

Kesimpulan

 Jika semua pihak dapat berperan dengan baik, guru maupun orangtua maka tujuan yaitu anak mengenal Tuhan dan  melaksanakanan nilai-nilai Kristiani dalam hidup mereka yang berlandaskan Firman Tuhan akan   tercapai. Anak tetap mendapat pelayanan yang baik dalam pertumbuhan rohani yang terus terjaga dan bertumbuh walaupun dimana pandemi. Jadi sinergi, kerjasama dan saling mendukung antara guru dan orang tua sangat penting untuk menyelamatkan generasi yang ada sekarang.

 

Daftar Pustaka

Alkitab

https://tuhanyesus.org/spiritualitas-kristiani

https://pauddikmasaceh.kemdikbud.go.id/news/orang-tua-pengganti-peran-guru-di-masa-pandemi-covid-19/index.html

https://media.neliti.com/media/publications/270038-peranan-guru-pendidikan-agama-kristen-da-f4cab461.pdf

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*